PENGARUH
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP
HASIL BELAJAR VIRUS DAN KECAKAPAN SOSIAL
SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BERASTAGI
HASIL BELAJAR VIRUS DAN KECAKAPAN SOSIAL
SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BERASTAGI
- PENDAHULUAN
- Latar
Belakang Masalah
- Problematika pendidikan
yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah rendahnya mutu, dan kualitas pendidikan di Indonesia
yang terlihat dari rendah prestasi belajar siswa.
- Pembelajaran biologi di sekolah pada
dasarnya merupakan wahana untuk meningkatkan prestasi belajar siswa .
- Hasil studi awal yang
peneliti lakukan, menemukan beberapa permasalahan yang dialami siswa dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa .
- Masalah tersebut berkaitan dengan model
pembelajaran tradisional yang
sering diterapkan oleh guru di dalam pembelajaran di sekolah.
- Penggunaan metode pembelajaran berpengaruh pada hasil belajar siswa.
- Alternatifnya yaitu merancang suatu penelitian, untuk menemukan suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa.
- Identifikasi
Masalah
- strategi
pembelajaran dilaksanakan umumnya masih berorientasi kepada guru (teacher
center) yang lebih berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa
kurang aktif,
- siswa lebih
bersifat pasif dalam pembelajaran karena siswa hanya diam duduk
mendengarkan ceramah guru tentang materi pelajaran,
- Pelajaran lebih bersifat hafalan
baku.
- Strategi pembelajaran yang kurang
bervariasi.
- Siswa mengalami masalah dalam
meningkatkan kecakapan sosialnya.
- Pembatasan
Masalah
- Pembelajaran
dilakukan dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share).
- Materi yang
dibelajarkan dalam mata pelajaran biologi yaitu pada topik virus.
- Hasil belajar
siswa yang diukur dalam penelitian ini adalah total
keseluruhan ranah kognitif yang dimulai dari C1 – C5.
- Kecakapan sosial siswa yang diukur
dalam penelitian ini meliputi: (1) Bekerja dalam kelompok; (2) Interaksi
dengan sesama siswa; (3) Tanggung jawab sesama siswa; (4) Kerjasama dengan
sesama siswa; (5) Disiplin; (6) Kemampuan mengemukakan pendapat dalam
bentuk tulisan; (7) Kemampuan mengemukakan pendapat dalam bentuk lisan.
- Siswa SMA Negeri 1 Berastagi yang
menjadi kelompok eksperimen di ambil dari 3 kelas X
- Rumusan
Masalah
- Bagaimanakah
hasil
belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif
model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus
di SMA Negeri
1 Berastagi kelas X?
- Bagaimanakah
hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model
Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Bagaimanakah
hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share)
pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Apakah
terdapat perbedaan hasil belajar yang diajar dengan pembelajaran
kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions),
Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Bagaimanakah
kecakapan
sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif
model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus
di SMA Negeri
1 Berastagi kelas X?
- Bagaimanakah
kecakapan
sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif
model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Bagaimanakah
kecakapan
sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share)
pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Apakah
terdapat perbedaan kecakapan
sosial yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model
STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS
(Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Apakah terdapat korelasi yang
signifikan antara hasil belajar siswa terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
- Tujuan
Penelitian
Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model
STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran
kooperatif model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
- Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran
kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
- Perbedaan hasil belajar yang diajar dengan
pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement
Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi
Virus di SMA Negeri
1 Berastagi kelas X. Kecakapan
sosial sisw yang diajar dengan pembelajaran kooperatif
model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus
di SMA Negeri
1 Berastagi kelas X.
§ Kecakapan sosial
siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model
Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§ Kecakapan sosial
siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model
TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§ Perbedaan kecakapan sosial yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement
Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di
SMA Negeri
1 Berastagi kelas X.
§ Untuk mengetahui
korelasi yang signifikan antara hasil belajar dengan kecakapan sosial siswa.
- Manfaat
Penelitian
- Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan
dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas
pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan juga sebagai
sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi guru dalam memahami pembelajaran
kooperatif dengan model
pembelajaran STAD (Student Teams Achievement
Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share).
- Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi input dan informasi bagi proses pembelajaran biologi sebagai
langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar
biologi. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan berguna bagi
guru biologi dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih bervariasi.
- KERANGKA
BERFIKIR
- Perbedaan kemampuan kognitif
dan hasil belajar
biologi siswa yang diajar dengan kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS.
•
Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan teknik
pembelajaran yang terdiri dari lima komponen utama yaitu:
1)
Persentasi kelas,
2)
belajar bersama tim,
3)
tes individu,
4)
skor pengembangan individu,
5)
dan penghargaan tim.
Penggunaan STAD mengacu kepada
kelompok belajar siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada tiap siswa
setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Guru membagi siswa
menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dan terdiri dari
laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan
tinggi, sedang, dan rendah. Model ini dirancang untuk meningkatkan kinerja
siswa dalam hal belajar.
•
Pembelajaran Jigsaw adalah pendekatan yang memberi
penekanan pada bahan akademik yang disajikan kepada siswa dalam bentuk teks,
dan tiap siswa bertanggungjawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan
akademik tersebut. Para anggota dari tim yang berbeda memiliki tanggungjawab
untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul
untuk saling membantu mengkaji bahan tersebut.
•
Pembelajaran TPS adalah pendekatan yang memberi
penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi
pola interaksi siswa. strategi ini merupakan struktur yang dapat digunakan
untuk meningkatkan penguasaan akademik. Metode TPS memberikan kesempatan kepada
para siswa waktu untuk berpikir dan merespons serta saling membantu dalam
menguasai materi pelajaran.
- Hipotesis
Hipotesis Verbal
•
H01 : Tidak ada pengaruh pembelajaran
kooperatif tipe STAD (Student Teams
Achievement Divisions), Jigsaw, dan
TPS (Think-Pair-Share) terhadap hasil belajar siswa pada materi Virus di
SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
•
Ha1 : Ada pengaruh pembelajaran
kooperatif tipe STAD (Student Teams
Achievement Divisions), Jigsaw, dan
TPS (Think-Pair-Share) terhadap hasil belajar siswa pada materi Virus di
SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
•
H02 : Tidak ada pengaruh pembelajaran
kooperatif tipe STAD (Student Teams
Achievement Divisions), Jigsaw, dan
TPS (Think-Pair-Share) terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus
di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
•
Ha2 : Ada pengaruh pembelajaran
kooperatif tipe STAD (Student Teams
Achievement Divisions), Jigsaw, dan
TPS (Think-Pair-Share) terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus
di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
•
H03 : Ada korelasi yang signifikan
antara hasil belajar siswa terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di
SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
•
Ha3 : Tidak ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap
kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
B. Hipotesis statistik :
•
H0 : µA1 = µA2 = µA3
Ha : µA1 ≠ µA2 ≠ µA3
•
H0 : µB1 = µB2 = µB3
Ha : µB1 ≠ µB2 ≠ µB3
•
H0 : rxy = 0
Ha : rxy ≠ 0
- Metode
Penelitian
} Penelitian ini dilakukan di SMA
Negeri 1 Berastagi, Jalan Jamin Ginting No.1 Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
} Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Berastagi TP dengan jumlah 262 siswa.
} Sampel dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelas
eksperimen yaitu: (1) kelas X.6 diberikan perlakuan pembelajaran kooperatif
tipe STAD, (2) kelas X.5 dengan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
(3) kelas X.4 dengan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe TPS.
} Metode penelitian yang
dilakukan adalah metode eksperimental semu (quasi eksperimental research)
dengan melakukan eksperimen di dalam kelas yang sudah tersedia sebagaimana
adanya.
} Rancangan penelitian pada
penelitian ini yakni pretest and post test group design untuk
hasil belajar (Tabel 3.1)
Desain Penelitian
Kelas
|
Pretest
|
Pembelajaran
|
Postets
|
Angket
|
X.1
|
Y1
|
X1
|
Y2
|
Z
|
X.2
|
Y1
|
X2
|
Y2
|
Z
|
X.3
|
Y1
|
X3
|
Y2
|
Z
|
} Keterangan dari desain eksperimen yaitu;
Y1 = Pree tes
X1 = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran
kooperatif metode STAD.
X2 = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran
kooperatif metode Jigsaw.
X3 = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran
kooperatif metode TPS.
Y2 = Postest
Z = Kecakapan sosial siswa
- Teknik
Pengumpulan Data
¡ Dalam penelitian ini teknik
pengumpulan data menggunakan tes untuk hasil belajar biologi dan angket untuk mengetahui kecakapan sosial siswa.
Instrumen Pengumpulan Data
¡ Tes hasil belajar berupa pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk multiple
choice dengan lima options jawaban pada pokok bahasan
konsep virus.
¡ Angket pada penelitian ini menggunakan rentang skor
1 sampai dengan 4, jumlah soal angket yang dijadikan instrumen penelitian
sebanyak 20 soal.
Teknik
analisa Data
¡ Analisa deskriptif : Menyajikan data dengan daftar
distribusi frekuensi. Dari daftar frekwensi, dihitung nilai rataan, simpangan
baku, median dan modus.
¡ Analisis inferensial : Untuk menganalisa data dalam penelitian ini
digunakan uji sebagai berikut:
¡ Uji persyaratan
¡ Pada uji persyaratan dilakukan
uji normalitas untuk mengetahui normal tidaknya populasi penelitian tiap
variabel penelitian dan uji homogenitas untuk mengukur perbedaan varians antara
hasil belajar dengan tipe kooperatif (tipe STAD, Jigsaw,
dan TPS) yang digunakan (Sudjana, 2002).
¡ Uji hipotesis
¡ Untuk mengetahui signifikansi
dari pengaruh pembelajaran kooperatif (tipe STAD, Jigsaw, dan TPS) terhadap
hasil belajar siswa digunakan uji F, dengan asumsi bahwa populasi telah
berdistribusi normal dan homogen. Dimana hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik Analisa Varians
(ANAVA) pada taraf signifikansi α = 5%.
¡ Uji beda rata-rata
¡ Selanjutnya untuk melihat
perbedaan antar tatanan pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD, Jigsaw, dan
TPS dilakukan dengan menguji beda rata-rata dengan menggunakan uji Schefee.
¡ Korelasi antara Hasil Belajar dengan Kecakapan
Sosial Siswa : Menggunakan rumus Product Moment
C. HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Standarisasi Instrument
Penelitian
1. Uji Instrumen Hasil
Belajar Pokok Bahasan Virus
•
Sebelum melaksanakan penelitian
dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS pada pokok bahasan
virus di kelas X SMA N 1 Berastagi, terlebih dahulu dilakukan ujicoba instrumen
penelitian yang bertujuan mengetahui validitas tes, reabilitas tes, tingkat
kesukaran tes dan daya beda tes.
•
Uji Instrumen Kecakapan Sosial
Siswa
•
Validasi instrumen kecakapan sosial dilakukan
berdasarkan expert judgement pada ahli angket yang berkompeten. Ahli
yang menjadi validator angket kecakapan sosial siswa adalah dosen Pasca Sarjana
Universitas Negeri Medan.
•
Hasil post tes siswa
Parameter
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe STAD
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe Jigsaw
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe TPS
|
N
|
29
|
29
|
27
|
Rata-rata
|
37,43
|
39,70
|
36,59
|
Standar eror rata-rata
|
2,023
|
1,582
|
1,836
|
Median
|
36,59
|
39
|
36,59
|
Modus
|
37
|
39
|
37
|
Standar deviasi
|
10,894
|
8,522
|
9,543
|
Varians
|
118,669
|
72,617
|
91,063
|
Rentang
|
51
|
41
|
39
|
Nilai terendah
|
17
|
22
|
20
|
Nilai tertinggi
|
68
|
63
|
59
|
•
Hasil pree test siswa
Parameter
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe STAD
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe Jigsaw
|
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe TPS
|
N
|
29
|
29
|
27
|
Rata-rata
|
37,43
|
39,70
|
36,59
|
Standar eror rata-rata
|
2,023
|
1,582
|
1,836
|
Median
|
36,59
|
39
|
36,59
|
Modus
|
37
|
39
|
37
|
Standar deviasi
|
10,894
|
8,522
|
9,543
|
Varians
|
118,669
|
72,617
|
91,063
|
Rentang
|
51
|
41
|
39
|
Nilai terendah
|
17
|
22
|
20
|
Nilai tertinggi
|
68
|
63
|
59
|
Korelasi Hasil Belajar
Siswa dengan Kecakapan Sosial Siswa.
•
Berdasarkan analisis data korelasi
maka ditemukan nilai rxy = 0,028. Bila nilai rxy ≠ 0
menyatakan bahwa adanya korelasi antar variabel yang diteliti. Dari analisis
data dengan menggunakan Produk Moment diperoleh nilai rxy =
0,028. Ini menyatakan bahwa ada korelasi antara hasil belajar dengan kecakapan
sosial siswa.
Uji persyaratan statistik
hasil belajar siswa
Uji
Normalitas
•
dimaksudkan
untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian
normalitas dilakukan dengan menggunakan uji statistic Kolgomorov-Smirnov.
•
Berdasarkan
hasil uji normalitas terhadap data kemampuan awal dan hasil belajar siswa dari
kelas kooperatif tipe jigsaw, STAD dan TPS terlihat bahwa sebaran data baik
data data kemampuan awal maupun hasil belajar siswa berdistribusi normal (P >0,05).
Uji
Homogenitas Hasil Belajar Siswa
•
Uji
Homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan varians data masing-masing
kelas.
•
Homogenitas
data diuji dengan uji Levene’s.
•
Hasil uji homogenitas terhadap data kemampuan
awal menunjukkan bahwa data kemampuan awal dinyatakan homogen
(P=0,667>0,05) dan
•
hasil uji
homogenitas pada data hasil belajar siswa menunjukkan bahwa data hasil belajar
siswa dinyatakan homogen (P=0,180>0,05).
Pengujian Hipotesis
Penelitian hasil belajar siswa
•
a. Kemampuan Awal Siswa (Pre Test)
•
Hasil uji
ANAVA satu jalur terhadap nilai kemampuan awal siswa memperlihatkan bahwa
kemampuan awal siswa kelas kooperatif tipe Jigsaw 39,0±1,582 ( ± SE), kelas
kooperatif tipe STAD 37,43±2,023 ( ± SE) dan kelas kooperatif tipe TPS
36,59±1,836 ( ± SE) tidak berbeda secara signifikan (F=0,779, P=0,462
>0,05).
•
b. Pengaruh Pembelajaran
Kooperatif terhadap Hasil Belajar (Post Test) Siswa
•
Uji hipotesis
dengan uji ANAVA satu jalur menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif tipe STAD dan TPS dengan F hitung = 8,851, P=0,000 < 0,05.
•
Sehingga hipotesis nol yang menyatakan bahwa
tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif
tipe STAD dan TPS ditolak dan hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa
terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD
dan TPS diterima. Hasil uji lanjut (uji Schefee) pengaruh pembelajaran
kooperatif terhadap hasil belajar siswa disajikan pada Gambar 4.1.
•
Hasil uji
tersebut memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan
pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbeda sangat signifikan dengan hasil
belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
p = 0,000 < 0,05 dimana hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif
tipe Jigsaw 59,95±1,751 ( ± SE) lebih
tinggi dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD 48,11±2,309 ( ±
SE). Selanjutnya, hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw juga berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa yang
dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan p=0,035<0,05
dimana hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
59,95±1,751 ( ± SE) lebih tinggi
dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS 52,28±2,022 ( ± SE).
•
Gambar 4.1 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif
Kooperatif Tipe Jigsaw, STAD, dan TPS terhadap Hasil Belajar (Post Test)
Siswa X SMA N 1 Berastagi T.A. 2011/2012 (F hitung=8,851, P=0,000).
•
Hasil uji
Schefee juga memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan
pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar
siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan p=0,362>0,05 meskipun
hasil belajar siswa dengan pembelajaran
kooperatif tipe TPS 52,28±2,022 ( ± SE) lebih tinggi dibandingkan
dengan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD 48,11±2,309
( ± SE). ini dapat dibandingkan dengan grafik pada gambar 4.1.
Kecakapan Sosial Siswa
Parameter
|
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe
STAD
|
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe
Jigsaw
|
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe
TPS
|
N
|
29
|
29
|
27
|
Rata-rata
|
96,97
|
94,00
|
92,44
|
Standar eror rata-rata
|
1,143
|
1,809
|
1,578
|
Median
|
96
|
95
|
94
|
Modus
|
93
|
95
|
94
|
Standar deviasi
|
6,156
|
9,739
|
8,201
|
Varians
|
37,892
|
94,857
|
67,256
|
Rentang
|
28
|
40
|
32
|
Nilai terendah
|
87
|
72
|
78
|
Nilai tertinggi
|
115
|
112
|
110
|
Kecakapan
Sosial Siswa
•
Uji Persyaratan Statistik
•
a. Uji Normalitas
•
Uji Normalitas
dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak.
Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji statistik
Kolgomorov-Smirnov. Uji normalitas dari data kecakapan sosial siswa untuk kelas kooperatif tipe Jigsaw, STAD dan
TPS disajikan pada Tabel 4.4.
•
Berdasarkan
hasil uji normalitas terhadap data kecakapan sosial siswa dari kelas kooperatif
tipe Jigsaw, STAD dan TPS terlihat bahwa sebaran data data data kecakapan sosial
siswa berdistribusi normal (P >0,05).
•
Tabel Uji
Normalitas Data Kecakapan Sosial Siswa Kelas X SMA N 1 Berastagi yang
Dibelajarkan dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, STAD dan TPS.
Pembelajaran
Kooperatif
|
Kolgomorov-Smirnov
|
|
Kecakapan
Sosial Siswa
|
||
Sig.
|
Keterangan
|
|
Jigsaw
|
0,200
|
Normal
|
STAD
|
0,101
|
Normal
|
TPS
|
0,200
|
Normal
|
Uji
homogenitas kecakapan sosial siswa
•
Uji
Homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan varians data masing-masing
kelas. Homogenitas data diuji dengan uji Levene’s. Hasil uji homogenitas
terhadap data kecakapan sosial siswa menunjukkan bahwa data kecakapan sosial
siswa dinyatakan homogen (P=0,090>0,05). Hasil uji homogenitas secara
lengkap (output SPSS) disajikan pada Lampiran 6.
Uji
hipotesis kecakapan sosial siswa
•
a. Pengaruh
Pembelajaran Kooperatif terhadap Kecakapan Sosial Siswa
•
Uji hipotesis
dengan uji ANAVA satu jalur menunjukkan
bahwa tidak terdapat pengaruh yang
signifikan dari pembelajaran kooperatif terhadap kecakapan sosial siswa (F hitung
= 2,232, P = 0,114 > 0,05).
•
Sehingga
hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kecakapan sosial siswa
yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan
dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS diterima dan
•
hipotesis
alternatif yang menyatakan bahwa ada perbedaan kecakapan sosial siswa yang
dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan dengan
pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS ditolak.
Korelasi
antara Hasil Belajar dengan Kecakapan Sosial Siswa
•
Korelasi data
menemukan nilai rxy = 0,028 dan uji t hitung untuk signifikansi
korelasi hasil belajar siswa dengan kecakapan sosial siswa di peroleh thitung
= 0,279 dan ttabel = 0,213. Bila thitung > ttabel,
ini mengindikasikan adanya signifikansi antara variabel yang berhubungan.
Maka berdasarkan analisis data dapat dijelaskan bahwa korelasi antara hasil
belajar dengan kecakapan sosial siswa memiliki nilai signifikan = 0,279 dengan
taraf signifikansi 0,05.
D.
PENUTUP
SIMPULAN, IMPLIKASI. DAN SARAN
SIMPULAN, IMPLIKASI. DAN SARAN
•
Hasil belajar
siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih rendah
daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif
tipe TPS dan Jigsaw.
•
Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik daripada hasil belajar siswa
yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS.
•
Hasil belajar
siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik
daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif
tipe STAD dan lebih rendah daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan
dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
•
Terdapat
perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan dengan pembelajaran kooperatif
tipe STAD, Jigsaw dan TPS pada materi virus di SMA Negeri 1 Berastagi.
•
Kecakapan
sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih
tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif Jigsaw dan TPS.
•
Kecakapan
sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih
tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw.
•
Kecakapan
sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS paling
rendah diantara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif Jigsaw
dan STAD.
•
Kecakapan
sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak
berbeda signifikan dengan kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe TPS.
•
Adanya
korelasi yang signifikan antara hasil belajar siswa tentang virus dengan
kecakapan sosial siswa.
Saran
•
Berdasarkan
simpulan, maka sesuai dengan hasil penelitian yangn didapatkan, maka disarankan
sebagai berikut:
•
Sebagai upaya
untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi virus dengan lebih baik,
maka guru perlu menerapkan pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi
belajar siswa dan kecakapan sosial siswa seperti yang dilakukan dalam
penelitian ini menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
•
Hendaknya
pembelajaran tentang virus tidak hanya sekedar membagi teori-teori belaka
kepada siwa, namun bagaimana siswa mampu mendiskusikan materi ini untuk
menemukan pemahaman yang tidak dangkal sehingga akan berimbas pada hasil
belajar yang semakin baik.
•
Penggunaan
pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS dapat lebih dikembangkan
pada materi-materi pelajaran lainnya.
•
Bagi peneliti
lanjut yang ingin meneliti tentang pembelajaran kooperatif yang berhubungan
dengan hasil belajar siswa dan kecakapan sosial siswa agar lebih memvariasikan
hasil belajar pada ranah lain selain ranah kognitif.