Monday, April 23, 2018

PENELITIAN IPA

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP
HASIL BELAJAR VIRUS DAN KECAKAPAN SOSIAL
SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BERASTAGI

  1. PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
  • Problematika pendidikan yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah rendahnya mutu, dan kualitas pendidikan di Indonesia  yang terlihat dari rendah prestasi belajar siswa.
  • Pembelajaran biologi di sekolah pada dasarnya merupakan wahana untuk meningkatkan  prestasi belajar siswa .
  • Hasil studi awal yang peneliti lakukan, menemukan beberapa permasalahan  yang dialami siswa dalam meningkatkan  hasil  belajar biologi siswa .
  • Masalah tersebut berkaitan  dengan model pembelajaran  tradisional yang sering diterapkan oleh guru di dalam pembelajaran di sekolah.
  • Penggunaan metode pembelajaran berpengaruh pada hasil belajar siswa.
  • Alternatifnya yaitu merancang suatu penelitian, untuk menemukan suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar biologi  siswa.

  1. Identifikasi Masalah
  • strategi pembelajaran dilaksanakan umumnya masih berorientasi kepada guru (teacher center) yang lebih berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa kurang aktif,
  • siswa lebih bersifat pasif dalam pembelajaran karena siswa hanya diam duduk mendengarkan ceramah guru tentang materi pelajaran,
  • Pelajaran lebih bersifat hafalan baku.
  • Strategi pembelajaran yang kurang bervariasi.
  • Siswa mengalami masalah dalam meningkatkan kecakapan sosialnya.

  1. Pembatasan Masalah
  • Pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share).  
  • Materi yang dibelajarkan dalam mata pelajaran biologi yaitu pada topik virus.
  • Hasil belajar siswa yang diukur dalam penelitian ini adalah total keseluruhan  ranah kognitif yang dimulai dari C1 – C5.
  • Kecakapan sosial siswa yang diukur dalam penelitian ini meliputi: (1) Bekerja dalam kelompok; (2) Interaksi dengan sesama siswa; (3) Tanggung jawab sesama siswa; (4) Kerjasama dengan sesama siswa; (5) Disiplin; (6) Kemampuan mengemukakan pendapat dalam bentuk tulisan; (7) Kemampuan mengemukakan pendapat dalam bentuk lisan.
  • Siswa SMA Negeri 1 Berastagi yang menjadi kelompok eksperimen di ambil dari 3 kelas X

  1. Rumusan Masalah
  • Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Apakah terdapat perbedaan hasil belajar yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Bagaimanakah kecakapan sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?  
  • Bagaimanakah kecakapan sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Bagaimanakah kecakapan sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Apakah terdapat perbedaan kecakapan sosial yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?
  • Apakah terdapat korelasi yang signifikan antara hasil belajar siswa terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X?

  1. Tujuan Penelitian
  Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
  Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
  • Hasil belajar siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
  • Perbedaan hasil belajar yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X. Kecakapan sosial sisw yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§  Kecakapan sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model Jigsaw pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§  Kecakapan sosial siswa yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§  Perbedaan kecakapan sosial yang diajar dengan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
§  Untuk mengetahui korelasi yang signifikan antara hasil belajar dengan kecakapan sosial siswa.

  1. Manfaat Penelitian
  • Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan juga sebagai sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi guru dalam memahami pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions), Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share).
  • Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi input dan informasi bagi proses pembelajaran biologi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar biologi. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan berguna bagi guru biologi dalam penggunaan model pembelajaran yang lebih bervariasi.




















  1. KERANGKA  BERFIKIR
  1. Perbedaan kemampuan kognitif dan hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS.
      Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan teknik pembelajaran yang terdiri dari lima komponen utama yaitu:
1)      Persentasi kelas,
2)      belajar bersama tim,
3)      tes individu,
4)      skor pengembangan individu,
5)      dan penghargaan tim.
            Penggunaan STAD mengacu kepada kelompok belajar siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada tiap siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks. Guru membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang dan terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Model ini dirancang untuk meningkatkan kinerja siswa dalam hal belajar.
      Pembelajaran Jigsaw adalah pendekatan yang memberi penekanan pada bahan akademik yang disajikan kepada siswa dalam bentuk teks, dan tiap siswa bertanggungjawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut. Para anggota dari tim yang berbeda memiliki tanggungjawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bahan tersebut.
      Pembelajaran TPS adalah pendekatan yang memberi penekanan pada penggunaan struktur tertentu yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. strategi ini merupakan struktur yang dapat digunakan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Metode TPS memberikan kesempatan kepada para siswa waktu untuk berpikir dan merespons serta saling membantu dalam menguasai materi pelajaran.

  1. Hipotesis
Hipotesis Verbal
      H01 : Tidak ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student        Teams Achievement Divisions),  Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap hasil belajar siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
      Ha1 : Ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student     Teams Achievement Divisions),  Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap hasil belajar siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
      H02 : Tidak ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student        Teams Achievement Divisions),  Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
      Ha2 : Ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student     Teams Achievement Divisions),  Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
      H03 : Ada korelasi yang signifikan antara hasil belajar siswa terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
      Ha3 : Tidak ada pengaruh pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student        Teams Achievement Divisions),  Jigsaw, dan TPS (Think-Pair-Share) terhadap kecakapan sosial siswa pada materi Virus di SMA Negeri 1 Berastagi kelas X.
B. Hipotesis statistik :
      H0 : µA1 = µA2 = µA3
            Ha : µA1 ≠ µA2 ≠ µA3
      H0 : µB1 = µB2 = µB3
            Ha : µB1 ≠ µB2 ≠ µB3
      H0 : rxy = 0
            Ha : rxy0

  1. Metode Penelitian
}  Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Berastagi, Jalan Jamin Ginting No.1 Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
}  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Berastagi TP dengan jumlah 262 siswa.
}  Sampel dalam penelitian ini terdiri dari tiga kelas eksperimen yaitu: (1) kelas X.6 diberikan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) kelas X.5 dengan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (3) kelas X.4 dengan perlakuan pembelajaran kooperatif tipe TPS.
}  Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental semu (quasi eksperimental research) dengan melakukan eksperimen di dalam kelas yang sudah tersedia sebagaimana adanya.
}  Rancangan penelitian pada penelitian ini yakni pretest and post test group design untuk hasil  belajar (Tabel 3.1)
Desain Penelitian
Kelas
Pretest
Pembelajaran
Postets
Angket
X.1
Y1
X1
Y2
Z
X.2
Y1
X2
Y2
Z
X.3
Y1
X3
Y2
Z

}  Keterangan dari desain eksperimen yaitu;
Y1       =  Pree tes
X1       = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran kooperatif         metode STAD.
X2         = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran kooperatif         metode Jigsaw.
X3       = Kelompok siswa dengan perlakuan strategi pembelajaran kooperatif         metode TPS.
Y2       =  Postest
Z          =  Kecakapan sosial siswa

  1. Teknik Pengumpulan Data
¡  Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk hasil belajar biologi dan angket untuk mengetahui kecakapan sosial siswa.
Instrumen Pengumpulan Data
¡  Tes hasil belajar berupa pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk multiple choice dengan lima options jawaban pada pokok bahasan konsep virus.
¡  Angket pada penelitian ini menggunakan rentang skor 1 sampai dengan 4, jumlah soal angket yang dijadikan instrumen penelitian sebanyak 20 soal.
Teknik analisa Data
¡  Analisa deskriptif : Menyajikan data dengan daftar distribusi frekuensi. Dari daftar frekwensi, dihitung nilai rataan, simpangan baku, median dan modus.
¡  Analisis inferensial : Untuk menganalisa data dalam penelitian ini digunakan uji sebagai berikut:
¡  Uji persyaratan
¡  Pada uji persyaratan dilakukan uji normalitas untuk mengetahui normal tidaknya populasi penelitian tiap variabel penelitian dan uji homogenitas untuk mengukur perbedaan varians antara hasil belajar dengan tipe kooperatif (tipe STAD, Jigsaw, dan TPS) yang digunakan (Sudjana, 2002).
¡  Uji hipotesis
¡  Untuk mengetahui signifikansi dari pengaruh pembelajaran kooperatif (tipe STAD, Jigsaw, dan TPS) terhadap hasil belajar siswa digunakan uji F, dengan asumsi bahwa populasi telah berdistribusi normal dan homogen. Dimana hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik Analisa Varians (ANAVA) pada taraf signifikansi α = 5%.
¡  Uji beda rata-rata
¡  Selanjutnya untuk melihat perbedaan antar tatanan pembelajaran kooperatif dengan tipe STAD, Jigsaw, dan TPS dilakukan dengan menguji beda rata-rata dengan menggunakan uji Schefee.
¡  Korelasi antara Hasil Belajar dengan Kecakapan Sosial Siswa : Menggunakan rumus Product Moment

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Standarisasi Instrument Penelitian
1. Uji Instrumen Hasil Belajar Pokok Bahasan Virus
                  Sebelum melaksanakan penelitian dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS pada pokok bahasan virus di kelas X SMA N 1 Berastagi, terlebih dahulu dilakukan ujicoba instrumen penelitian yang bertujuan mengetahui validitas tes, reabilitas tes, tingkat kesukaran tes dan daya beda tes.
      Uji Instrumen Kecakapan Sosial Siswa
                  Validasi instrumen kecakapan sosial dilakukan berdasarkan expert judgement pada ahli angket yang berkompeten. Ahli yang menjadi validator angket kecakapan sosial siswa adalah dosen Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan.
      Hasil post tes siswa
Parameter
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe STAD
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe Jigsaw
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe TPS
N
29
29
27
Rata-rata
37,43
39,70
36,59
Standar eror rata-rata
2,023
1,582
1,836
Median
36,59
39
36,59
Modus
37
39
37
Standar deviasi
10,894
8,522
9,543
Varians
118,669
72,617
91,063
Rentang
51
41
39
Nilai terendah
17
22
20
Nilai tertinggi
68
63
59
      Hasil pree test siswa
Parameter
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe STAD
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe Jigsaw
Kemampuan Awal Kelas Kooperatif Tipe TPS
N
29
29
27
Rata-rata
37,43
39,70
36,59
Standar eror rata-rata
2,023
1,582
1,836
Median
36,59
39
36,59
Modus
37
39
37
Standar deviasi
10,894
8,522
9,543
Varians
118,669
72,617
91,063
Rentang
51
41
39
Nilai terendah
17
22
20
Nilai tertinggi
68
63
59
Korelasi Hasil Belajar Siswa dengan Kecakapan Sosial Siswa.
                  Berdasarkan analisis data korelasi maka ditemukan nilai rxy = 0,028. Bila nilai rxy ≠ 0 menyatakan bahwa adanya korelasi antar variabel yang diteliti. Dari analisis data dengan menggunakan Produk Moment diperoleh nilai rxy = 0,028. Ini menyatakan bahwa ada korelasi antara hasil belajar dengan kecakapan sosial siswa.
Uji persyaratan statistik hasil belajar siswa
Uji Normalitas
      dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji statistic Kolgomorov-Smirnov.
      Berdasarkan hasil uji normalitas terhadap data kemampuan awal dan hasil belajar siswa dari kelas kooperatif tipe jigsaw, STAD dan TPS terlihat bahwa sebaran data baik data data kemampuan awal maupun hasil belajar siswa  berdistribusi normal (P >0,05).
Uji Homogenitas Hasil Belajar Siswa
      Uji Homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan varians data masing-masing kelas.
      Homogenitas data diuji dengan uji Levene’s.
       Hasil uji homogenitas terhadap data kemampuan awal menunjukkan bahwa data kemampuan awal dinyatakan homogen (P=0,667>0,05)  dan
      hasil uji homogenitas pada data hasil belajar siswa menunjukkan bahwa data hasil belajar siswa dinyatakan homogen (P=0,180>0,05).
Pengujian Hipotesis Penelitian hasil belajar siswa
      a. Kemampuan Awal Siswa  (Pre Test)
      Hasil uji ANAVA satu jalur terhadap nilai kemampuan awal siswa memperlihatkan bahwa kemampuan awal siswa kelas kooperatif tipe Jigsaw 39,0±1,582 ( ± SE), kelas kooperatif tipe STAD 37,43±2,023 ( ± SE) dan kelas kooperatif tipe TPS 36,59±1,836 ( ± SE) tidak berbeda secara signifikan (F=0,779, P=0,462 >0,05).
       b. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif terhadap Hasil Belajar (Post Test) Siswa
      Uji hipotesis dengan uji ANAVA satu jalur  menunjukkan bahwa  terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS dengan F hitung = 8,851, P=0,000 < 0,05.
       Sehingga hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS ditolak dan hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS diterima. Hasil uji lanjut (uji Schefee) pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa disajikan pada Gambar 4.1.
      Hasil uji tersebut memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berbeda sangat signifikan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan p = 0,000 < 0,05 dimana hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 59,95±1,751 ( ± SE)  lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD 48,11±2,309 ( ± SE). Selanjutnya, hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan p=0,035<0,05 dimana hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw 59,95±1,751 ( ± SE)  lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS 52,28±2,022 ( ± SE).
       Gambar 4.1 Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Kooperatif Tipe Jigsaw, STAD, dan TPS terhadap Hasil Belajar (Post Test) Siswa X SMA N 1 Berastagi T.A. 2011/2012 (F hitung=8,851, P=0,000). 
      Hasil uji Schefee juga memperlihatkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda signifikan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif  tipe TPS dengan p=0,362>0,05 meskipun hasil belajar siswa  dengan pembelajaran kooperatif tipe  TPS  52,28±2,022 ( ± SE) lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD 48,11±2,309 ( ± SE). ini dapat dibandingkan dengan grafik pada gambar 4.1.
Kecakapan Sosial Siswa

Parameter
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe STAD
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe Jigsaw
Kecakapan Sosial Siswa Kelas Kooperatif Tipe TPS
N
29
29
27
Rata-rata
96,97
94,00
92,44
Standar eror rata-rata
1,143
1,809
1,578
Median
96
95
94
Modus
93
95
94
Standar deviasi
6,156
9,739
8,201
Varians
37,892
94,857
67,256
Rentang
28
40
32
Nilai terendah
87
72
78
Nilai tertinggi
115
112
110



Kecakapan Sosial Siswa
      Uji Persyaratan Statistik
      a. Uji Normalitas
      Uji Normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan uji statistik Kolgomorov-Smirnov. Uji normalitas dari data kecakapan sosial siswa  untuk kelas kooperatif tipe Jigsaw, STAD dan TPS disajikan pada Tabel 4.4.
      Berdasarkan hasil uji normalitas terhadap data kecakapan sosial siswa dari kelas kooperatif tipe Jigsaw, STAD dan TPS terlihat bahwa sebaran data data data kecakapan sosial siswa berdistribusi normal (P >0,05).
      Tabel Uji Normalitas Data Kecakapan Sosial Siswa Kelas X SMA N 1 Berastagi yang Dibelajarkan dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, STAD dan TPS.
Pembelajaran Kooperatif
Kolgomorov-Smirnov
Kecakapan Sosial Siswa
Sig.
Keterangan
Jigsaw
0,200
Normal
STAD
0,101
Normal
TPS
0,200
Normal

Uji homogenitas kecakapan sosial siswa
      Uji Homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan varians data masing-masing kelas. Homogenitas data diuji dengan uji Levene’s. Hasil uji homogenitas terhadap data kecakapan sosial siswa menunjukkan bahwa data kecakapan sosial siswa dinyatakan homogen (P=0,090>0,05). Hasil uji homogenitas secara lengkap (output SPSS) disajikan pada Lampiran 6.
Uji hipotesis kecakapan sosial siswa
      a. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif terhadap Kecakapan Sosial Siswa
      Uji hipotesis dengan uji ANAVA satu jalur  menunjukkan bahwa  tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran kooperatif terhadap kecakapan sosial siswa (F hitung = 2,232, P = 0,114 > 0,05).
      Sehingga hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS diterima dan
      hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa ada perbedaan kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dibandingkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS ditolak.

Korelasi antara Hasil Belajar dengan Kecakapan Sosial Siswa
      Korelasi data menemukan nilai rxy = 0,028 dan uji t hitung untuk signifikansi korelasi hasil belajar siswa dengan kecakapan sosial siswa di peroleh thitung = 0,279 dan ttabel = 0,213. Bila thitung > ttabel, ini mengindikasikan adanya signifikansi antara variabel yang berhubungan. Maka berdasarkan analisis data dapat dijelaskan bahwa korelasi antara hasil belajar dengan kecakapan sosial siswa memiliki nilai signifikan = 0,279 dengan taraf signifikansi 0,05.


























D. PENUTUP
SIMPULAN, IMPLIKASI. DAN SARAN
      Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih rendah daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS dan Jigsaw.
       Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TPS.
      Hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan lebih rendah daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
      Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw dan TPS pada materi virus di SMA Negeri 1 Berastagi.
      Kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif Jigsaw dan TPS.
      Kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
      Kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe TPS paling rendah diantara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif Jigsaw dan STAD.
      Kecakapan sosial siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda signifikan dengan kecakapan sosial siswa  yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe TPS.  
      Adanya korelasi yang signifikan antara hasil belajar siswa tentang virus dengan kecakapan sosial siswa.
Saran
      Berdasarkan simpulan, maka sesuai dengan hasil penelitian yangn didapatkan, maka disarankan sebagai berikut:
      Sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi virus dengan lebih baik, maka guru perlu menerapkan pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan kecakapan sosial siswa seperti yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
      Hendaknya pembelajaran tentang virus tidak hanya sekedar membagi teori-teori belaka kepada siwa, namun bagaimana siswa mampu mendiskusikan materi ini untuk menemukan pemahaman yang tidak dangkal sehingga akan berimbas pada hasil belajar yang semakin baik.
      Penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw, dan TPS dapat lebih dikembangkan pada materi-materi pelajaran lainnya.
      Bagi peneliti lanjut yang ingin meneliti tentang pembelajaran kooperatif yang berhubungan dengan hasil belajar siswa dan kecakapan sosial siswa agar lebih memvariasikan hasil belajar pada ranah lain selain ranah kognitif.